Penambang bitcoin terkaya

Sang perancang Bitcoin, Satoshi Nakamoto sejak lama diduga kuat memiliki 1 juta BTC dari hasil menambang. Dengan harganya meroket lebih dari US$30 ribu saat ini, diperkirakan dia memiliki duit setara US$30 milyar. May 16,  · Menambang Bitcoin – Bitcoin Mining: Peran Dan Fungsi Penambang – Hardware – Konsumsi Energi – Pool Mining. Menambang Bitcoin atau “bitcoin mining ” adalah mekanisme penciptaan dan pendistribusian unit-unit bitcoin (BTC) baru, dengan cara yang paling adil, rasional, dan demokratis. Proses menambang bitcoin tersebut dapat memastikan bahwa pendistribusian unit-unit bitcoin . Jakarta - Tak lama setelah mengumumkan produk cryptocurrency miliknya, Kodak kini melengkapinya dengan mesin 'penambang' Bitcoin. Pergerakan Kodak terhadap tren cryptocurrency terus.

Penambang bitcoin terkaya

Cara Menambang Bitcoin: 8 Langkah (dengan Gambar) - wikiHow

Bayu pun mulai mencoba membeli kebutuhan sehari-harinya dengan bitcoin. Setiap bulan, dia mengaku membeli pulsa Rp 50 ribu dengan bitcoin yang dikantonginya. Dia tak perlu lagi repot-repot mengeluarkan uang tunai dan pergi ke tempat penjualan pulsa.

Bagaimana lika-liku pria Indonesia yang berani bergulat dengan bitcoin ini? Padahal jelas-jelas Bank Indonesia menyatakan bitcoin bukan merupakan alat pembayaran yang sah. Berikut kisahnya seperti diceritakan Bayu pada Liputan6. Bitcoin pertama Diakuinya, hal tersulit saat mulai terjun ke dunia bitcoin adalah bagaimana bisa memperoleh bitcoin. Untungnya, berkat ketekunannya mempelajari bitcoin, dia berhasil mendapatkannya tanpa harus mengeluarkan uang sepeserpun. Dia semakin aktif mencari informasi di internet dan berhasi menemukan situs penyedia bitcoin secara gratisan.

Di internet ada beberapa situs penyedianya, saya coba-coba bikin akun di sana dan dapat bitcoin. Dia mengatakan, tak hanya satu situs yang dicobanya. Yang dimaksud recehan adalah satuan terkecil dalam bitcoin yaitu satu satoshi setara 0, bitcoin. Dia biasanya mengumpulkan hingga 50 ribu satoshi terlebih dulu, baru memindahkan mata uang virtual tersebut ke wallet dompet online miliknya. Bitcoin bisa diperoleh sambil bermain Selain secara gratisan, Bayu menjelaskan bitcoin bisa diperoleh lewat permainan online.

Saat ini, game yang tengah ditekuninya adalah coin hunter dan golden village. Pemain bisa bebas mengambil bitcoin sebanyak-banyaknya, tapi di jalan kembali ke basecamp, dia akan dijegal banyak perampok dari berbagai negara.

Nah koin yang bisa dimiliki itu cuma yang sampai ke basecamp aja," terangnya. Dia menjelaskan, game tersebut bisa dimainkan secara online. Selain itu, ada juga permainan pendulan bitcoin lain, golden village. Ini butuh waktu lama, membangun perkampungan. Mulai dari rumah, masyarakatnya, kantor polisi, sampai pertambangan. Dari pertambangan itu bisa dapat bitcoin," jelasnya. Bayu mengisahkan, seorang teman di komunitas bitcoin yang dikenalnya mampu mendulang uang hingga puluhan juta rupiah dari hasil tambang online-nya tersebut.

Tak sebentar, butuh waktu hingga lebih dari setahun untuk sampai ke tahap itu. Untung menggiurkan Motivasi utama Bayu mendulang bitcoin adalah potensi keuntungan besar yang bisa dia peroleh.

Meski memang, harus sabar dan tekun dalam melakoninya. Itu kan harganya mengikuti dolar, nah dari dolar baru dirupiahkan. Itu bisa untung besar," paparnya. Dalam transaksi coinbase, penambang akan menentukan alamat mereka sendiri di dalam transaksi coinbase. Alamat ini yang akan membuat perubahan hingga sampai ke akar merkle tree. Sehingga bisa dipastikan bahwa tidak ada dua penambang yang sedang mengerjakan puzzle yang sama. Kecuali jika mereka berbagi sharing public key.

Berbagi atau sharing public key ini, dalam pertambangan bisa dilakukan jika kedua penambang tersebut adalah bagian dari pool mining yang sama. Sehingga antara keduanya akan bisa berkomunikasi satu sama lain, terkait apakah mereka termasuk nonce yang berbeda di transaksi coinbase tersebut. Tujuannya juga untuk menghindari duplikasi pengerjaan. Untuk menjawab pertanyaan nomor 1 tentang target , cukup berkaitan dengan tingkat kesulitan. Begini penjelasannya:. Bagaimana tingkat kesulitan untuk menemukan blok yang valid?

Yang harus kita ingat adalah bahwa penambang akan berusaha untuk mendapatkan yang diiginkan. Yakni nilai hash harus lebih rendah dari target. Sementara target ini adalah bit pada base Jadi target ini akan semakin rendah nilainya, sehingga tingkat kesulitannya juga akan bertambah. Sampai di sini jelas ya? Mari kita lanjutkan kembali secara lebih detail.

Tingkat kesulitan akan berubah setiap mencapai blok. Kisaran waktunya kurang lebih selama 2 minggu. Perubahan tingkat kesulitan, disesuaikan dari seberapa efisien para penambang selama periode blok sebelumnya. Jadi seperti ini perhitungan tingkat kesulitan dalam menambang Bitcoin:. Sehingga blok yang akan diciptakan nantinya akan membutuhkan waktu kurang lebih 2 minggu. Yaitu dalam rata-rata waktu 10 menit. Setiap penambang Bitcoin akan menghitung tingkat kesulitan tersebut.

Dan hanya akan menerima blok yang memenuhi kriteria di tingkat kesulitan yang bisa mereka hitung. Penambang yang berada di cabang berbeda, mungkin tidak menghitung nilai kesulitan yang sama. Namun pada dasarnya setiap penambang di penambangan diatas blok yang sama akan menyetujui tingkat kesulitannya.

Sehingga memungkinkan pencapaian konsensus di dalam jaringan. Tingkat kesulitan pertambangan Bitcoin akan terus meningkat. Ada beberapa faktor misalnya berapa banyak penambang baru yang bergabung. Sehingga bisa mempengaruhi nilai tukar Bitcoin pada saat itu. Karena penambang yang baru bergabung banyak, dan tingkat pertambangan semakin ditunjang dengan munculnya perangkat-perangkat yang lebih efisien, maka blok akan bisa ditemukan dengan lebih cepat.

Sehingga tingkat kesulitan pun jadi meningkat. Maka waktu yang dibutuhkan akan selalu berkisar rata-rata dalam 10 menit untuk menemukan dan menciptakan blok baru. Jika hal ini terjadi, maka tingkat kesulitan akan turun.

Jadi, berbagai kondisi rata-rata penciptaan blok baru dalam tempo 10 menit tersebut, akan mempengaruhi apakah nanti tingkat kesulitan akan naik atau turun. Misalnya, jika rata-rata penciptaan blok dalam 2 minggu lebih cepat atau lebih kecil dari 10 menit, maka tingkat kesulitan akan bertambah dan menyesuaikan. Namun jika rata-rata lebih besar dari 10 menit, maka tingkat kesulitan akan turun. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, bahwa untuk melakukan pertambangan Bitcoin, dibutuhkan sebuah perangkat keras untuk melakukan perhitungan atau komputasi dalam memecahkan puzzle.

Seiring dengan perkembangan jaman, dan tingkat kesulitan yang makin bertambah, daya komputasi pun makin ditunjang juga dengan perkembangan perangkat keras ini. Pengkalkulasian dalam pertambangan menggunakan fungsi hash SHA Pada saat Bitcoin diciptakan oleh Satoshi Nakamoto, memilih menggunakan SHA, tentu saja karena fungsi hash yang paling bagus dan bisa digunakan saat itu adalah SHA ini.

Sementara pada SHA terdapat bit. Setiap fungsinya bisa beroperasi pada 32 bit kata. Sehingga bisa mengakomodir hardware 32 bit. Angka ini berasal dari bit state dan output.

Pada perkembangan selanjutnya, telah muncul family SHA Namun masih belum digunakan di dalam Bitcoin. Para penambang, harus bisa menghitung fungsi ini secepat mungkin. Sehingga penambang akan saling berlomba satu sama lain. Semakin cepat, maka semakin banyak pula keuntungan yang bisa mereka peroleh. Nah, sekarang mari kita lihat beberapa jenis perangkat pertambangan yang bisa digunakan untuk menambang Bitcoin. Saat pertama kali Bitcoin mulai dijalankan, perangkat yang digunakan bisa dilakukan hanya dengan menggunakan CPU pada komputer biasa.

Tentu saja, hal itu karena tingkat kesulitan pada saat itu juga masih rendah bukan. Jadi pertambangan menggunakan CPU ini dianggap sebagai generasi pertama perangkat pertambangan Bitcoin.

Pada saat itu, bisa dikatakan para penambang hanya mencari nonce lebih secara linier dengan SHA Dan memeriksa selanjutnya, jika telah menghasilkan sebuah blok yang valid. Yang menjadi pertanyaan, seberapa cepat jika pertambangan Bitcoin dilakukan dengan CPU? Dan jika dibandingkan pada tingkat kesulitan yang ada pada saat ini, mungkin akan membutuhkan beberapa ribu tahun untuk bisa menemukan blok yang valid.

Sehingga pertambangan dengan CPU ini benar-benar sudah menjadi cukup sulit. Pertambangan dengan menggunakan CPU, tidak lagi menguntungkan pada masa sekarang. Bagi orang-orang yang pernah melakukan pertambangan menggunakan CPU, pastinya akan merasa kecewa, karena mereka juga belum mengetahui secara pasti bagaimana cara kerja Bitcoin.

Generasi kedua selanjutnya, adalah penambang mulai menggunakan GPU. Sebuah kartu grafis yang hampir digunakan di semua jenis komputer dewasa ini. GPU ini bisa menghasilkan paralelisme yang tinggi, dan bisa cukup berguna dalam hal pertambangan Bitcoin. Pertambangan Bitcoin bisa di paralelkan, sehingga penambang juga bisa mencoba melakukan hashing pada waktu yang sama dengan nonce yang berbeda. Ketika OpenCL mulai dirilis di tahun , memungkinkan untuk menjalankan berbagai jenis perhitungan yang lebih cepat pada sebuah kartu grafis.

Karena hal ini jugalah yang pada akhirnya membuka peluang untuk bisa melakukan pertambangan Bitcoin melalui GPU. Sebuah kartu grafis mempunyai properti yang bisa dibilang cukup atraktif. Mudah untuk digunakan, bahkan orang yang masih amatir pun akan mudah melakukan setting awal kartu grafis ini. Membeli kartu grafis pun juga cukup mudah dicari di pasaran. Dan satu manfaat utamanya adalah, kartu grafis juga bagus untuk pertambangan Bitcoin.

Mengapa dikatakan bagus? Karena kartu grafis bisa bekerja secara paralel, yang bisa digunakan sebagai simultan perhitungan di SHA Bahkan, beberapa jenis GPU juga telah memiliki instruksi khusus untuk bisa melakukan operasi yang cukup berguna di SHA Dan satu lagi yang menarik, karena kebanyakan kartu grafis bisa di overclocked, meski juga cukup beresiko jika terlalu dipaksakan.

Kesalahan pun bisa terjadi saat melakukan perhitungan SHA menggunakan overclocked ini. Pertambangan dengan GPU ini bisa dimodifikasi sedemikian rupa. Sehingga penambang bisa membuat dan merancang beberapa GPU dalam satu motherboard. Bahkan banyak juga para penambang yang membuat rancangan khusus serupa, dengan menggunakan banyak GPU yang digabungkan dalam satu set motherboard. Sehingga keseluruh GPU itu pun bisa digunakan bersama-sama dalam menambang Bitcoin.

GPU ada kelebihan, tentu juga ada kekurangan. GPU membutuhkan daya yang besar. Sehingga konsumsi listrikpun juga menjadi besar. Disamping itu, biaya untuk merangkai GPU ini juga lumayan mahal, terlebih jika berniat untuk menggunakan kartu grafis yang banyak. Dan pendingin pun banyak yang tidak terjelaskan spesifikasi yang baik untuk menunjang kinerja GPU ini. FPGA adalah sebuah IC digital yang banyak dipakai untuk mengimplementasikan rangkaian-rangkaian digital.

Yakni bertujuan untuk bisa melakukan pertambangan Bitcoin semaksimal mungkin. Pada chip FPGA ini, memungkinkan penggunanya untuk menyesuaikan dan mengatur ulang konfigurasinya. Pada dasarnya FPGA memang bisa menawarkan kinerja yang lebih baik dari kartu grafis. Terlebih dengan keleluasaan untuk mengkonfigurasi setelannya. Selain itu FPGA juga ada pendingin yang bisa memudahkan proses kerjanya.

Oleh karena itu, banyak yang menganggap penggunaan FPGA pun masih kurang efektif. Karena peningkatannya pun dirasa hanya sedikit jika dibandingkan dengan GPU.

Selain itu ada beberapa kelemahan juga di FPGA. Kelemahannya adalah banyak yang mengalami kerusakan saat digunakan untuk pertambangan Bitcoin. FPGA dalam pertambangan Bitcoin pun tidak berlangsung lama. Hanya beberapa bulan saja. Jauh lebih lama pada GPU yang saat itu bisa mencapai waktu hingga 1 tahun.

Pada masa sekarang ini, pertambangan telah banyak didominasi oleh ASIC. ASIC adalah sebuah chip khusus untuk mengerjakan pekerjaan tertentu. Ada banyak vendor besar yang menjual kepada konsumen dengan berbagai jenis dan type.

Dari berbagai banyak type tersebut, ada berbagai tingkat besaran komputasi, dan besaran daya yang dikonsumsinya. Sehingga penambang pun bisa memiliki masing-masing type Asic tersebut.

Proses perancangan Asic membutuhkan keahlian dan keunggulan produk yang bisa bertahan lama. Meski begituk, Asic untuk pertambangan Bitcoin ini memang didesain dan diciptakan dengan cepat. Sejumlah analis menyatakan bahwa vendor asic bahkan memproduksi asic tercepat dalam sejarah sirkuit terpadu.

Terutama pada penanganan masalahnya saat produk berada di tangan konsumen. Sebagian besar produk Asic di generasi pertama, ada banyak bug dan sebagian besar juga tidak memberikan angka dan kinerja yang semestinya.

Namun kemudian Asic telah menjadi yang paling handal di masa sekarang. Sampai pada tahun , jangka masa Asic cukup pendek karena telah meningkat cukup pesat yang meningkatkan hash rate jaringan Bitcoin. Masa pertumbuhan Asic di era pertama berlangsung dalam enam bulan. Selama masa ini, sebagian besar keuntungan yang telah dibuat ada di masa pertama. Seringkai penambang bisa membuat setengah dari keuntungan yang diharapkan pada jangka hidup Asic dalam enam minggu pertama penggunaannya.

Jadi dalam hal ini, kecepatan pengiriman produk dari vendor ke tangan konsumen menjadi faktor yang penting untuk menghasilkan keuntungan dalam pertambangan. Meskipun ada ketidakmatangan dalam proses produksi Asic, pelanggan sering mengalami hambatan dalam terlambatnya pengiriman produk. Sehingga seringkali datang terlambat dan hampir usang saat produk Asic tersebut diterima di tangan konsumen.

Sementara, tingkat pertumbuhan daya hash Bitcoin telah stabis. Namun di era awal akan nampak banyaknya pelanggan yang merasa frustasi dan banyak yang berasumsi telah ditipu oleh vendor. Dalam sejarah pertambangan Bitcoin, ekonomi dalam pertambangannya masih belum menguntungkan bagi penambang kecil untuk bisa melakukan pertambangan. Terlebih untuk bisa membeli peralatan pertambangan dan memulai mendapat keuntungan darinya. Nyatanya, banyak orang yang telah melakukan order pembelian perangkat pertambangan ini akan kehilangan uang, jika didasarkan kalkulasi yang mereka buat pada saat memutuskan order pembelian tersebut.

Selain itu, pertambangan Bitcoin pun seolah menjadi sebuah pertaruhan terkait apakah harga Bitcoin nantinya akan naik atau tidak. Bagi banyak penambang, meskipun mereka bisa membuat banyak keuntungan dari menambang Bitcoin, akan lebih baik jika mereka baru saja mengambil keuntungan tersebut untuk segera membeli peralatan pertambangan, lalu diinvestasikan dalam Bitcoin, lalu menjualnya untuk memperoleh keuntungan.

Meski para penambang bisa segera memesan perangkat pertambangan, namun hal itu tidak terlalu bagus jika mereka belum mengetahui secara detail tentang Bitcoin dan cryptocurrency. Saat ini, kebanyakan produk Asic telah dijual secara komersial. Hampir tidak mungkin produk-produk tersebut bisa terbeli dari hasil pertambangan, karena pasti akan ada biaya listrik dan juga kebutuhan daya untuk pendinginnya. Bisa di katakan, saat ini pertambangan Bitcoin telah pindah dari pertambangan individu menjadi sentral pertambangan besar dan profesional.

Perusahaan-perusahaan besar pertambangan Bitcoin ini sebagian besar ini beroperasi tidak secara terbuka, untuk melindungi mereka dan mempertahankannya secara kompetitif. Ada tiga hal yang menjadi faktor untuk mendirikan sebuah pusat pertambangan Bitcoin. Tiga hal penting tersebut adalah iklim, biaya listrik, dan kecepatan jaringan. Sehingga secara khusus, tentu akan lebih baik jika pertambangan itu dilakukan di iklim yang digin agar bisa menekan biaya konsumsi listrik untuk pendingin.

Masalah sistem pendingin ini tentu menjadi tantangan tersendiri pada pertambangan Bitcoin. Sementara, tentu banyak yang berharap agar biaya listrik yang murah. Dan juga koneksi jaringan yang cepat agar bisa terhubung ke node lain di jaringan Bitcoin lebih cepat pula. Di dalam pertambangan Bitcoin telah terjadi evolusi yang lambat.

Sementara hal ini pun sama terjadi evolusi dalam pertambangan emas. Di dalam evolusi pertambangan emas, dimulai dengan pertambangan individu-individu yang menggunakan panci untuk mendulang emas. Beralih kemudian menggunakan kotak-kotak yang menggunakan pintu air, dan dilanjutkan dengan menggunakan peledak di lereng-lereng bukit oleh kelompok-kelompok penambang emas. Hingga kemudian mulai terjadi penambangan emas modern yang melakukan penambangan raksasa dan telah membuat lubang besar di muka bumi.

Berdasarkan dua evolusi pertambangan tersebut, ada penurunan peran secara individu yang sama-sama menurun dari waktu ke waktu. Beralih pada dominasi perusahaan besar untuk mengeruk keuntungan secara lebih besar.

Namun, ada pola lain yang menunjukkan sebagian besar keuntungan tersebut didapat dari pihak-pihak penjual peralatan penambangan. Apa yang akan terjadi pada pertambangan Bitcoin di masa depan? Saat ini pertambangan Asic telah menjadi satu-satunya cara yang realistis untuk bisa melakukan pertambangan dan memperoleh keuntungan. Namun, pertambangan dengan Asic juga telah berlaku tidak ramah, terutama pada para penambang kecil. Jika ada sebuah pertanyaan yang mempertanyakan, lalu apa gunanya desentralisasi jika pada akhirnya setiap individu pun pada akhirnya tersingkir?

Apakah memungkinkan kembali kepada sebuah yang yang memungkinkan menggabungkan keduanya? Apakah benar lahirnya pertambangan Asic dan munculnya pusat-pusat pertambangan besar ini telah melanggar visi asli dari Bitcoin? Di dalam cryptocurrency, bisa jadi ada sebuah siklus yang mungkin berulang. Dan hal tersebut telah bisa dilihat kecenderungannya dengan kemunculan Altcoin. Dimana sebuah cryptocurrency lain selain Bitcoin muncul dan masih terbebas dari pihak investor besar.

Namun tentu saja dengan tingkat permulaan dan harga yang masih jauh relatif lebih kecil dibandingkan dengan Bitcoin saat ini. Ada sebuah kondisi yang bisa dimanfaatkan ketika Asic masih belum tersedia pada Altcoin baru.

Namun hal itu tentu juga akan beresiko, tentang apakah altcoin baru tersebut akan berhasil atau tidak nantinya. Bermunculan pusat pertambangan besar secara profesional, menimbulkan gejala dan potensi dominasi pertambangan Bitcoin. Hal ini seakan sama persis dengan pertambangan emas. Terutama, bagaimana peran perusahaan besar di pertambangan emas yang telah banyak menimbulkan kerusakan lingkungan.

Sementara di Bitcoin, mungkin tidak akan menjadi sebesar itu sebagai dampaknya. Namun, pertambangan Bitcoin juga membutuhkan energi yang besar. Secara tidak langsung, akan juga berdampak bagi mata uang, dan juga lingkungan. Ada sebuah hukum fisika yang dikenal dengan prinsip Landauer, oleh Ralph Landauer di tahun Pada hukum fisika itu menyatakan bahwa setiap komputasi non-reversible searah-tidak dapat dibalik akan membutuhkan sejumlah minimum energi. Logikanya, setiap komputasi secara irreversible dianggap dapat menghilangnya sebuah informasi.

Terutama, di dalam prinsip hukum fisika itu, menyatakan bahwa setiap bit akan mengkonsumsi minimal kT In 2 joules. Dimana K adalah konstan Boltzmann , atau kurang lebih 1. Disitu, T adalah temperatur sirkuit dalam ukuran Kelvin , dan In 2 adalah algoritma biasa dari 2, atau kurang lebih bernilai 0.

Jumlah kecil ini adalah jumlah energi per bit. Dari hukum fisika ini, menjelaskan bahwa sebuah komputasi, akan membutuhkan energi yang bisa dihitung tiap bit. Sedangkan SHA, ada yang menganggap bukanlah sebuah komputasi reversible. Dijelaskan dalam hukum fisika diatas, bahwa setiap komputasi yang non-reversible akan membutuhkan energi, dan SHA digunakan sebagai dasar pertambangan Bitcoin. Sehingga artinya, komputasi pertambangan Bitcoin juga membutuhkan energi. Lalu bagaimana bisa menambang Bitcoin membutuhkan daya energi?

Proses Menambang Bitcoin, tidak bisa memungkiri akan memakan konsumsi energi. Meskipun, jumlah energi yang digunakan masih jauh dari jumlah keseluruhan energi listrik yang digunakan di dunia saat ini. Namun kenyataannya adalah pertambangan Bitcoin memang membutuhkan energi listrik. Pada perangkat pertambangan tentu perlu diproduksi. Baik saat masih berupa bahan baku fisiknya, lalu mengubahnya menjadi perangkat pertambangan Asic. Dan dari proses tersebut juga akan membutuhkan energi.

Sedangkan untuk pengiriman produk jadi perangkat Asic kepada konsumen, juga memakan energi dalam pengirimannya. Lalu, berlanjut lagi setelah perangkat tersebut digunakan untuk pertambangan Bitcoin, komputasi perangkatnya juga akan memakan energi.

Dari tingkat konsumsi energy yang telah berlangsung di pertambangan Bitcoin saat ini, banyak harapan yang akan bisa menurunkan tingkat konsumsi energi.

Terutama pada proses pertambangan Bitcoin. Mari kita lihat lebih jauh tingkat konsumsi energi dalam Bitcoin. Seperti yang telah dijelaskan di atas, bahwa ketika pertambangan Bitcoin dilakukan akan mengkonsumsi listrik, yakni listrik. Begitupun halnya ketika menggunakan perangkat Asic. Pada perkembangan perangkat pertambangan, bisa dibilang ada penurunan dan efektifitas penggunaan energi listrik. Namun ketika Asic masuk, meski pada akhirnya ada perkembangan perangkat Asic yang memungkinkan untuk mengkonsumsi listrik lebih rendah, namun bisa dikatakan, karena Asic jugalah hash rate di jaringan Bitcoin meningkat pesat.

Dan hal itu juga berimplikasi pada peningkatan konsumsi listrik untuk pertambangan Bitcoin. Ada sebuah ulasan hasil penelitian yang pernah dilakukan oleh Sebastian Deetman tentang daya konsumsi listrik pertambangan Bitcoin.

Dan juga relasinya terhadap dampak lingkungan yang bisa ditimbulkan. Ulasan tersebut bisa dibaca selengkapnya di sini:. Daya Konsumsi Listrik Jaringan Bitcoin. Bagi Seorang penambang, tentu haruslah bisa mengkalkulasikan berapa daya listrik yang ada pada perangkat pertambangannya.

Sekaligus, juga menghitung biaya listrik yang akan dibutuhkan. Pada bulan Maret lalu, tarif listrik di Indonesia turun, meski sedikit. Kurang lebih tarif listrik pada bulan Maret lalu sebagai berikut:. Untuk menghitungnya, kita bisa menggunakan rumus berikut:. Jadi pada pemakaian Antminer jika bekerja penuh dalam 1 bulan non stop, maka akan membutuhkan daya berikut:. Tentu saja, jumlah tersebut hanya dihitung dari besaran pemakaian listrik pada perangkat Asic di Antminer S7 saja.

Masih belum termasuk perhitungan biaya listrik PC atau laptop yang digunakan, atau juga pendingin tambahan yang akan digunakan jika diperlukan. Begitu pula dengan biaya koneksi yang dipakai untuk menghubungkan perangkat pada jaringan Bitcoin. Jika kita mencoba mengkalkulasi lagi besaran jumlah Bitcoin yang bisa dihasilkan, kita bisa juga melakukan perhitungan tersebut, begini cara menghitungnya:.

Data tersebut kita masukkan ke kalkulator mining untuk menghitung kisaran berapa yang bisa di dapat dalam melakukan pertambangan. Hasilnya adalah sebagai berikut:. Anda bisa mencoba penghitungan dengan memasukkan data informasi diatas pada kalkulator mining dibawah ini:. Kalkulator Mining. Dari contoh percobaan penghitungan biaya listrik dan kisaran hasil pertambangan di atas, kita bisa menilai bahwa besaran daya listrik juga mempengaruhi juga pola pertambangan, dan juga pada hasil pertambangan yang bisa didapatkan.

Dalam satu bulan pemakaian perangkat secara nonstop, antara hasil yang didapat dengan biaya listriknya juga tidak terlalu besar perbedaannya.

Tentu saja, hal itu sesuai dengan tarif listrik yang ada di Indonesia. Keuntungan secara bersih akan bisa diperoleh, jika telah melakukan pertambangan kurang lebih selama 7 bulan, itupun baru bisa menutupi untuk biaya pembelian perangkatnya. Sementara, dalam rentang waktu 7 bulan tersebut, penambang juga tidak mengetahui apa yang akan terjadi.

Misalkan tentang adanya kerusakan perangkat, harga Bitcoin yang turun, Biaya listrik yang mungkin naik di 2 bulan ke depan, atau hal lainnya lagi.

Pendingin ini dianggap sebagai sebuah komponen penting dalam menambang Bitcoin. Dan dalam prakteknya juga akan memakan energi listrik. Jika tidak menggunakannya, maka bisa dipastikan akan mengakibatkan kerusakan pada perangkat menambang yang digunakan.

Namun jika proses menambangBitcoin dilakukan dalam ukuran yang kecil, mungkin biaya untuk pendingin ini juga kecil dan biasanya dianggap remeh. Berbeda halnya jika pertambangan itu dilakukan dalam ukuran besar seperti pusat menambang Bitcoin besar secara profesional. Pendingin ini cukup berpengaruh dan akan memakan biaya yang besar juga atas daya konsumsi listriknya.

Hal pertama yang perlu kita ingat, bahwa dalam pertambangan Bitcoin, dilakukan dengan proses random acak. Penambang tidak akan pernah bisa tahu, kapan dirinya akan bisa menemukan blok berikutnya. Jika penambang tidak bisa menemukan blok berikutnya, maka penambang pun tidak mendapat apa-apa. Jika seorang penambang melihat pada distribusi blok, dan ingin melihat berapa blok yang ingin dan bisa ditemukan di tahun pertama, maka akan ada varian yang tinggi.

Sementara jumlah blok yang mungkin bisa ditemukan juga rendah. Sehingga, jika kita membayangkan sebagai seorang penambang kecil. Kemungkinan-kemungkinan akan hal tersebut seakan membuat penambang kecil menjadi tidak punya banyak pilihan tersedia. Berawal dari banyaknya kesulitan yang dihadapi oleh para penambang kecil, sekaligus dengan beragam resiko yang dihadapi, lalu banyak diantara mereka yang kemudian saling bekerja sama dan membentuk sebuah perusahaan asuransi untuk meringankan resiko tersebut.

Awalnya sebuah mining pool terbentuk karena pola kerjasama tersebut. Sehingga sekelompok penambang bergabung bersama dan membentuk sebuah pool yang berfungsi untuk bisa melakukan penambangan Bitcoin secara bersama-sama. Dengan menentukan satu penerima coinbase yang telah ditunjuk sebelumnya.

Penerima itu, disebut dengan istilah Pool Manager. Jadi, dengan penambangan secara bersama ini, tidak perduli siapa yang menemukan sebuah blok, manager pool itulah yang nantinya akan menerima imbalan reward blok.

Selanjutnya dari hasil yang diterima oleh manager pool atas reward block yang ditemukan, akan didistribusikan kepada masing-masing peserta. Dan pool tersebut, mungkin memotong beberapa dari jumlah itu sebagai fee untuk layanan pool yang dipakai masing-masing penambang.

Asumsinya ketika seorang penambang bergabung ke dalam pool mining, maka penambang juga mempercayai manager pool mining tersebut. Sehingga dengan pola pool mining, para penambang kecil pun menjadi mempunyai peluang untuk tetap bisa menambang Bitcoin. Yang menjadi pertanyaan, bagaimana manager pool tersebut mengetahui secara pasti jumlah daya komputasi masing-masing penambang, dan berapa banyak yang telah dihasilkan oleh masing-masing penambangnya?

Lalu bagaimana manager pool tersebut bisa membagi pendapatan tersebut secara sepadan di tiap-tiap penambang? Untuk menjawab beberapa pertanyaan diatas, ada solusi yang bisa menjawabnya. Penambang, bisa membuktikan berapa banyak peran yang telah dikontribusikan didalam pool saat melakukan penambangan. Pembuktian ini dapat dilakukan dengan menghitung hasil output saham, atau blok valid terdekat. Misalkan target adalah sebuah angka yang diawali dengan 67 angka nol.

Hash sebuah blok haruslah dibawah angka dari target agar blok itu menjadi blok yang valid. Di dalam mencari sebuah blok tersebut, penambang akan mencari hash blok dengan banyak angka nol di depan, namun tidak sampai berjumlah 67, karena target harus dibawahnya.

Penambang bisa memulai untuk mencari blok valid yang terdekat untuk membuktikan bahwa mereka memang telah bekerja dalam pencarian tersebut. Sedangkan sebuah saham mungkin akan membutuhkan pembagian sekitar 40 atau 50 angka nol.

Itupun tergantung pada penambang di pool. Sementara, penambang pun akan terus mencari blok baru dengan hash blok yang berada di bawah target. Di dalam proses pencarian itu, mungkin mereka akan menemukan blok lain yang hash bloknya berisi angka nol lebih sedikit.

Namun masih cukup sulit untuk bisa membuktikan bahwa mereka telah benar-benar bekerja. Manager pool menjalankan node bitcoin atas nama peserta. Lalu mengumpulkan transaksi dan merakitnya kedalam blok. Manager pool juga menyertakan alamat mereka dalam transaksi coinbase dan mengirimkan untuk semua peserta yang tergabung di pool.

Untuk membuktikan bahwa semua peserta telah bekerja, mereka mengirimkan saham. Saat anggota di pool menemukan blok yang valid, peserta tersebut mengirimkan ke manager pool.

Kisah Orang Indonesia yang Keruk Untung dari Koleksi Bitcoin Berita Terkait

Aug 03,  · 5+ Software Terbaik untuk Penambang Bitcoin Tahun – Jika Anda adalah orang yang mengikuti perkembangan teknologi-teknologi terbaru atau sebagai peminat pembaca berita teknologi terbaru, tentu sangat dimungkinkan bagi Anda sudah mengetahui atau setidaknya pernah mendengar tentang Bitcoin atau mata uang digital bitcoin.. Bitcoin adalah Cryptocurrency pertama di dunia dan bitcoin . Sang perancang Bitcoin, Satoshi Nakamoto sejak lama diduga kuat memiliki 1 juta BTC dari hasil menambang. Dengan harganya meroket lebih dari US$30 ribu saat ini, diperkirakan dia memiliki duit setara US$30 milyar. Satoshi penambang Bitcoin pertama dan terus menambang sepanjang tahun. Namun terlepas dari kontribusinya yang besar, Satoshi tidak dapat ditemukan di antara alamat Bitcoin terkaya. Namun, diperkirakan bahwa ia memiliki beberapa alamat tempat ia menyimpan setiap blok yang ditambang di alamat yang berbeda. Kesimpulan. Tags:Bitcoin follow the money, Bitcoin github core, Bitcoin to usd latest, Jadwal film bioskop 21 btc bandung, Btc 1st semester computer notes pdf